Kamis, 22 Agustus 2013

KARIMUN JAWA



Obral Obrol Iseng Berhadiah 
Gak sengaja berawal dari obrolan kecil membahas kebosanan jalan di kota metropolitan ini, sepertinya ada benarnya jika kita keluar dari penatnya kota metropolitan. Mungkin bisa dikatakan traveling dadakan, karena gak butuh waktu lama untuk merencanakannya hanya butuh waktu 3-4 minggu langsung aja gercep (gerak cepat) menyusun itinerary & budgeting. oh iya destinasi kita ada pulau karimun jawa. Untung teman saya Ogep (nama disamarkan) jago menyusunnya, Saya dan Kemal sih tinggal tunggu tanggal mainnya saja, yang terpenting kita siap sedia, masalah budget kalau itu sudah siap sedia, lahir dan batin pun siap untuk langsung berangkat!

We'll going to karimun jawa!!
Pertama, langsung check tiket kereta Pasar Senen-Semarang Poncol. Pemesanan tiket kereta minimal seminggu sebelum keberangkatan. Apalagi untuk kereta ekonomi yang super laku, kalau bisa pesan jauh jauh minggu deh. 

Kedua, booking boat dari jepara-karimun jawa. Pemesanan boat bisa langsung googling saja, karena kami gak punya link dan baru pertama kali akan kesana. Check jadwal kepergian boat, untuk speedboat ada Express Bahari dan untuk kapal biasa ada KM. Muria yang jalannya kayak keong tapi jauh lebih murah dan muatan kapalnya gede, motor pun bisa ikut diangkut.
Kalau yang pertama & kedua udah clear, sekarang bisa langsung pikirkan transportasi apa untuk bisa sampai ke tujuan.

Ketiga, transportasi. Sesampainya di Semarang, kita bisa ke jepara dengan menggunakan angkutan umum untuk ke terminal dan mencari bis dkk yang ke terminal jepara kurang lebih 2 jam perjalanan.

Keempat, jangan lupa mencari contact guide & reccomend home stay termurah untuk beberapa hari disana. Intinya, semakin ramai kesana semakin murah karena bisa patungan untuk lebih menghemat biaya pastinya.
Nah kalau sudah dapatkan semua, sekarang tinggal minta izin dan restu orang rumah aja deh. Kalau diizinkan ya paling orang rumah gak lupa untuk malak oleh-oleh dari kita aja.
 Langsung saja kalau ingin mendengarkan cerita kami ini..



      siap berangkat!!!

Keberangkatan kereta dari stasiun pasar senen-semarang poncol hari rabu tanggal 13 desember 2012 jam 14:05 tiba 21:50 tapi ya gitu pasti ada ngaret-ngaretnya jam sampai sampai jam tengah malam baru sampai akibat ganti lokomotif ditengah perjalan beserta embel-embel lainnya. Maka jangan heran kalau naik kereta kelas ekonomi. Harga tiket Rp 51.000 (K.A Matarmaja).



SEMARANG
Sampai di stasiun Semarang Poncol, kami lanjut ke simpang 5 Semarang dengan jarak kurang lebih 1,5 Km dan kami memilih untuk jalan kaki tengah malam itu. Ditengah perjalanan ketemulah kami dengan Tugu Muda yang berhadapan dengan Lawang Sewu. Jadilah kami lansung stand-by camera. Disitulah foto pertama kalinya, foto ditugu pemuda yang background-nya lawang sewu. Sudah puas foto-foto lanjut jalan gak lama, sampailah di Simpang 5, kami langsung mencari-cari kuliner apa yang ada disana, tapi ya gitu jajanan kaki lima disana udah kebanyakan tutup jadilah kita makan apa sajalah yang penting perut terisi. Sambil menunggu matahari terbit, setelah makan langsung mencari mesjid untuk solat subuh dan setelah itu bisa sekalian numpang tidur sebentar. Gak lama tertidur, matahari langsung menyengat kami yang tidur persis didepan teras mesjid dan ternyata udah ramai orang, ditambah ada anak anak SD/TK karena di mesjid tersebut ada semacam sekolah. Lansung saja kami keluar dari mesjid dan mangkal dipinggir jalan sambil nunggu mobil jemputan kita (angkot) untuk ke terminal. lumayan lama memilih angkot yang mau kita berhentikan mencari nomor-nomor angkot yang jurusannya ke terminal. setelah ketemu, kami langsung menanyakan ke penumpang lain yaitu seorang kakek yang baik memberi informasi harus memakai angkutan apa dan beserta ongkosnya ke jepara, setelah sampai di terminal diantarnya kami hingga naik angkutan ke jepara dan dititipkanlah kami sama kondektur dan supirnya. Kakek yang baik, terimakasih kakek..

JEPARA
Sampai di terminal jepara kira-kira sekitar 2 jam perjalanan, kami langsung diserbu tukang becak. Tau-tauan aja tuh para tukang becak kalau kita mau ke karimun jawa, mungkin karena kita berpenampilan seperti backpacker. Tapi ya kita tetap memilih untuk berjalan kaki. Lumayanlah jarak tempuh hampir sama ternyata seperti dari stasiun Poncol-Simpang 5. Tapi sebelumnya kami mencari makan dulu, dan ketemu makanan yaitu nasi pindang. Nasi dengan suir ayam dengan kuah pindang yang manis mirip gudeg Jogja ditambah telur rebus + lauk yang lainnya. Lumayan enak sih, saya aja sampai makan 2 porsi, entah lapar atau enak atau karena porsinya yang sedikit? Whateverlah..

Setelah makan, ya terus jangan lupa dong bayar.. sambil ngobrol-ngobrol sama pemilik rumah makan yang ramah itu kami disuruh nyobain beli duren karena sedang panen. Pada saat itu saya baru sadar kalau jepara itu penghasil duren juga dan cukup terkenal juga di jajaran tukan duren dijakarta. Sempat tergiur sih pengen cobain duren sana, tapi mikir-mikir duit lagi yang sok-sok irit ala backpacker gitu dan pengen buru-buru sampai karimun jawa saja. Sambil mikir-mikir duren saya teringat dompet yang minta diisi maka kami menanyakan keberadaan ATM terdekat, karena kalau udah dipulau saya rasa sulit adanya ATM. Sambil menunggu jam shalat jumat, kami jalan jalan kota jepara sambil cari ATM dan kemudian nyari masjid, dan untungnya lebih cepat sampai mesjid yang masih sepi jadi bisa sekalian mandi dan tidak lupa minta izin sama marbot mesjid dan diizinkan!

Shalat jumat pun beres, langsung aja berangkat ke dermaga dan masih aja terima tawaran tukang becak yang sama pula, cuek aja jalan dan tiba-tiba gerimis romantis pun menghiasi jalan kaki kami ke dermaga kartini. Sampai sana langsung kontek mbak-mbak tiket express bahari yang sudah kami booked seminggu yang lalu dan ketemu lalu transaksi dan GET IT FOR MY TICKET! Senangnya padahal kan belum sampai karimun jawa-nya.
Speedboat express bahari itu difasilitasi AC, TV, dan bonus snack. Gak lama dan gak betahan berlama-lama duduk didalam kami langsung naik ke atas dek kapal untuk merasakan bentangan laut ditambah angin kencang beraroma asin. Saya kira perjalanan 3-4 jam taunya hanya 2 jam dan terkejut sudah sampai di dermaga pulau karimun jawa. Yeay!

TOUCHDOWN KARIMUN JAWA!
Disambut gapura KARIMUN JAWA!
Langsung saja kami menghubungi guide dadakan setelah sebelumnya googling, untuk menjemput kami dan kami langsung menanyakan reccomend home stay yang murah untuk 3 orang dan rezeki kami dapat homestay yang harganya 75rb jadi per-orang Cuma kena 25rb saja. Murah bukan? Nama home stay_nya “PRAPATAN” karena ya memang letaknya itu di prapatan jalan. Lalu kami dikasih tau arah ke homestay dan sampai disana kami langsung disambut ramah sama pemilik homestay dan menunjukan kamar kami dan memberi kunci. Tersedia double-bed, kipas angin, meja dan colokan yang terpenting.  Dari Ternyata di homestay itu ada keluarga yang sama seperti kami, mereka berlima kakak beradik dan mereka baik sekali menawarkan kami untuk makan bareng dimeja makan, sebenarnya itu jatah makan mereka karena dapat makan dari paket trip karimun jawa, sedangkan kami tidak pake paket-paketan tour seperti mereka. Atau dengan menginap disini sudah dapat makan juga. Apapun itu, Mungkin ini sebagian cipratan rezeki buat kami jadi ketika jam makan kami selalu nebeng makan bersama mereka juga. Abis mereka baik banget sih, apa mereka yang gak tega melihat kami mempunyai rupa seperti tampang-tampang gembel metropolitan. Tapi apapun itu, terimakasih banyak buat kalian!

Malam hari, dasar kami gak kenal istirahat malah maunya jalan-jalan terus mencari suatu keramaian atau tempat yang menarik tapi rata-rata semua sepi kecuali di alun-alun yang hanya ada lapangan bola, kantor instansi pemerintah seperti kecamatan, balai desa, wisma penginapan, pabrik kecil, tempat jual makan kaki lima sangat cocok untuk membaur dengan keramaian sambil menjajakan hidangan laut para nelayan sekitar. Sepertinya kami tertarik untuk nongkrong ke dermaga yang super sepi memandangi jutaan bintang-bintang yang baru kali itu saya lihat. Baru tau kalau di sebuah pulau atau ditengah laut itu bintang-bintang berserakan dilangit. Pecah malam itu ditemani suara ombak, angin laut dan bintang-bintang dan sedikit obrolan ringan sambil tenggelam khayalan. Mendadak mellow dibikin suasana! Kalau gak ingat besok pagi mau explore pulau & snorkeling rasanya pengen aja lama-lama disini dulu, tapi keadaannya kami harus beristirahat yang cukup dan kembali ke homestay.

JUMP!JUMP! bersama teman-teman satu homestay.
Akhirnya pagi yang ditunggu-tunggu datang juga dan kami pun gak sabar menyambutnya. Ini waktunya seharian di lautan lepas, explore ke pulau-pulau kecil lalu snorkeling. Oh iya kita satu kapal bersama satu homestay kita yang kebetulan satu guide juga, jadilah ramai dan seru! 
Spot pertama, semacam pulau gosong. Dimana pulau tersebuat ada pas air laut surut, jadi hanya berupa gundukan pasir yang memiliki luas sekitar 5x8 meter saja dan tenggelam kembali ketika pasang. Disarankan untuk memakai alas kaki untuk berjalan ke pulau ini karena banyak bebatuan karang yang kecil dan tajam. Air lautnya juga menjadi 2 warna ketika disini, cantik.

Pindah ke spot kedua, its time to snorkeling! Berhenti ditengah laut, siapkan peralatan perang dan langsung BYUR! BYUR! This is first time for me, and now just speechless. Melihat dasar laut tiada batas tidak ada yang tidak sempurna semuanya nyata sempurna disini. Wanna try?
spot pertama snorke

Spot ketiga, pulau tengah. Jam makan siang pun datang, memaksa perahu kami untuk melipir ke suatu pulau sehabis snorkeling. Ikan kakak tua yang masih segar siap untuk diolah untuk dibakar. Sambil menunggu kami berjalan-jalan sebentar sambil hunting foto.




Jadi dipulau ini Cuma ada dua pasang suami-istri yang menetap disini sambil rumahnya dipakai untuk berjualan makanan juga sebagai penjaga dan perawat pulau, gak kebayang kalau malam hari gimana suasananya disini.



Ternyata ada kolam penangkaran hiu juga disini, tapi mungkin masih dalam pengembangan karena jumlah hiu yang masih sedikit dan masih kecil-kecil. Enak juga sekedar leyeh-leyeh dipulau ini sambil bakar-bakaran ditambah minum kelapa hasil petik sendiri nambah kenikmatan mungkin ya? Baru pertama saya tahu dan makan ikan kakak tua, ternyata enak banget dagingnya lembut dan gak bisa dideskripsikan lagi pokoknya enak 5x lipat! Hehe lebay.. setelah kenyang, perahu mulai menaikkan jangkarnya dan gak jauh dari sini ada spot buat snorkeling yang letaknya tidak jauh dari pulau X (lupa namanya).




pegang roti = diserbu ikan
Lanjut saja ke spot keempat, snorkeling lagi! Setelah belum puas di spot pertama snorkeling, disini kami harus puas-puasin untuk snorkeling berhubung ini tempat terakhir buat snorkeling. Disini yang bikin beda adalah jumlah ikannya yang super banyak jadi makin asik lagi sambil memberi makan ikan dengan potongan roti dan langsung diserbu oleh ratusan ikan-ikan kecil yang sepertinya kurang asupan gizi gitu. Karangnya juga gak kalah indah dengan sebelumnya. Spot snorkeling ini sangat bagus untuk foto under water bersama ratusan ikan kelaperan yang background-nya karang-karang yang cantik. hunting foto di dermaga menjadi salam perpisahan di spot ini.


Seperti yang gak ada habisnya, terakhir kami ditawarin untuk ke spot terakhir dekat dengan pulau karimun jawa yaitu pulau tempat penangkaran hiu, sambil pulang sambil mampir dahulu. Sekitar kurang lebih 1 jam perjalanan, akhirnya kamipun sampai. Ternyata banyak sekali jumlah ikan hiu disini dan gede-gede aja hiunya. Kami ditawarkan untuk terjun ke kolam dan berenang bersama ikan hiu, tapi ya mikir-mikir lagi dan saling tunjuk-menunjuk untuk turun ke kolam, serem juga memang awalnya membayangkan ikan ganas ini akibat tontonan film jaws yang hiunya super gede dan super ganas, jiper! Apalagi katanya gak boleh ada luka sedangkan saya sebelumnya terkena goresan-goresan karang yang sempat berdarah. Dan kata orang sana juga kemarin-kemarin ada yang sempat mau digigit kakinya, malah nakutin dan makin jiper aja! Saya pikir agar lebih total liburan kesini ya harus dan wajib turun kesini, berenang bersama ikan-ikan hiu untuk pertama kalinya. Ternyata setelah turun airnya sedikit hangat dan rada merinding di kerubungi ikan-ikan hiu, depan-belakang-kanan-kiri. Tapi lama kelamaan semakin terbiasa dan sedikit tenang dan ternyata gak seperti yang dibayangkan dan hiu-hiu ini memang sudah jinak banget konon katanya gak makan daging alias vegetarian. Apa iya??!

Waktu maghrib pun tiba, tenggelamnya matahari mempercantik suasana senja terakhir kami di pulau karimun jawa ini. Rasanya kami harus bermalam kembali di home stay, sebenarnya kami merencanakan untuk tidak bermalam di home stay alias ngeggembel, tapi apadaya badan yang sudah lelah dan tergiur murahnya bermalam di home stay membuat kami berpikir kalau gak ada salahnya untuk menambah 1 malam lagi di home stay.

Gak butuh waktu lama-lama untuk berlibur kesini dengan 3 hari 2 malam udah lebih dari cukup untuk sekedar refresh pikiran dan bersenang-senang to the maximum. pokoknya puasnya berlipat-lipat sampe tak mau pulang, pasti! segeralah explore karimun jawa dan jangan lupa tetap jaga kelestarian alam dan lautnya.

SALAM TRAVELER..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar