Obral Obrol Iseng Berhadiah
Gak sengaja berawal
dari obrolan kecil membahas kebosanan jalan di kota metropolitan ini,
sepertinya ada benarnya jika kita keluar dari penatnya kota metropolitan.
Mungkin bisa dikatakan traveling dadakan, karena gak butuh waktu lama untuk
merencanakannya hanya butuh waktu 3-4 minggu langsung aja gercep (gerak cepat)
menyusun itinerary & budgeting. oh iya destinasi kita ada pulau karimun jawa. Untung teman saya Ogep (nama disamarkan) jago menyusunnya, Saya dan Kemal sih tinggal tunggu tanggal mainnya saja, yang terpenting kita siap sedia, masalah budget kalau itu sudah siap sedia, lahir dan batin pun siap untuk
langsung berangkat!
We'll going to karimun jawa!!
Pertama, langsung check
tiket kereta Pasar Senen-Semarang Poncol. Pemesanan tiket kereta minimal seminggu
sebelum keberangkatan. Apalagi untuk kereta ekonomi yang super laku, kalau bisa
pesan jauh jauh minggu deh.
Kedua, booking boat
dari jepara-karimun jawa. Pemesanan boat bisa langsung googling saja, karena
kami gak punya link dan baru pertama kali akan kesana. Check jadwal kepergian
boat, untuk speedboat ada Express Bahari dan untuk kapal biasa ada KM. Muria
yang jalannya kayak keong tapi jauh lebih murah dan muatan kapalnya gede, motor
pun bisa ikut diangkut.
Kalau yang pertama
& kedua udah clear, sekarang bisa langsung pikirkan transportasi apa untuk
bisa sampai ke tujuan.
Ketiga, transportasi.
Sesampainya di Semarang, kita bisa ke jepara dengan menggunakan angkutan umum
untuk ke terminal dan mencari bis dkk yang ke terminal jepara kurang lebih 2
jam perjalanan.
Keempat, jangan lupa
mencari contact guide & reccomend home stay termurah untuk beberapa hari
disana. Intinya, semakin ramai kesana semakin murah karena bisa patungan untuk
lebih menghemat biaya pastinya.
Nah kalau sudah
dapatkan semua, sekarang tinggal minta izin dan restu orang rumah aja deh.
Kalau diizinkan ya paling orang rumah gak lupa untuk malak oleh-oleh dari kita
aja.
Langsung saja kalau ingin mendengarkan cerita kami ini..
Langsung saja kalau ingin mendengarkan cerita kami ini..

Keberangkatan kereta
dari stasiun pasar senen-semarang poncol hari rabu tanggal 13 desember 2012 jam
14:05 tiba 21:50 tapi ya gitu pasti ada ngaret-ngaretnya jam sampai sampai jam
tengah malam baru sampai akibat ganti lokomotif ditengah perjalan beserta
embel-embel lainnya. Maka jangan heran kalau naik kereta kelas ekonomi. Harga
tiket Rp 51.000 (K.A Matarmaja).
SEMARANG
Sampai di stasiun Semarang Poncol, kami lanjut ke simpang 5 Semarang dengan jarak kurang lebih
1,5 Km dan kami memilih untuk jalan kaki tengah malam itu. Ditengah perjalanan
ketemulah kami dengan Tugu Muda yang berhadapan dengan Lawang Sewu. Jadilah
kami lansung stand-by camera. Disitulah foto pertama kalinya, foto ditugu
pemuda yang background-nya lawang sewu. Sudah puas foto-foto lanjut jalan gak
lama, sampailah di Simpang 5, kami langsung mencari-cari kuliner apa yang ada
disana, tapi ya gitu jajanan kaki lima disana udah kebanyakan tutup jadilah
kita makan apa sajalah yang penting perut terisi. Sambil menunggu matahari
terbit, setelah makan langsung mencari mesjid untuk solat subuh dan setelah itu
bisa sekalian numpang tidur sebentar. Gak lama tertidur, matahari langsung
menyengat kami yang tidur persis didepan teras mesjid dan ternyata udah ramai
orang, ditambah ada anak anak SD/TK karena di mesjid tersebut ada semacam
sekolah. Lansung saja kami keluar dari mesjid dan mangkal dipinggir jalan
sambil nunggu mobil jemputan kita (angkot) untuk ke terminal. lumayan lama memilih
angkot yang mau kita berhentikan mencari nomor-nomor angkot yang jurusannya ke
terminal. setelah ketemu, kami langsung menanyakan ke penumpang lain yaitu
seorang kakek yang baik memberi informasi harus memakai angkutan apa dan
beserta ongkosnya ke jepara, setelah sampai di terminal diantarnya kami hingga
naik angkutan ke jepara dan dititipkanlah kami sama kondektur dan supirnya. Kakek yang baik, terimakasih kakek..
JEPARA
JEPARA
Sampai di terminal
jepara kira-kira sekitar 2 jam perjalanan, kami langsung diserbu tukang becak.
Tau-tauan aja tuh para tukang becak kalau kita mau ke karimun jawa, mungkin
karena kita berpenampilan seperti backpacker. Tapi ya kita tetap memilih untuk
berjalan kaki. Lumayanlah jarak tempuh hampir sama ternyata seperti dari
stasiun Poncol-Simpang 5. Tapi sebelumnya kami mencari makan dulu, dan ketemu
makanan yaitu nasi pindang. Nasi dengan suir ayam dengan kuah pindang yang
manis mirip gudeg Jogja ditambah telur rebus + lauk yang lainnya. Lumayan enak
sih, saya aja sampai makan 2 porsi, entah lapar atau enak atau karena porsinya
yang sedikit? Whateverlah..
Setelah makan, ya terus jangan lupa dong bayar.. sambil ngobrol-ngobrol sama pemilik rumah makan yang ramah itu kami disuruh nyobain beli duren karena sedang panen. Pada saat itu saya baru sadar kalau jepara itu penghasil duren juga dan cukup terkenal juga di jajaran tukan duren dijakarta. Sempat tergiur sih pengen cobain duren sana, tapi mikir-mikir duit lagi yang sok-sok irit ala backpacker gitu dan pengen buru-buru sampai karimun jawa saja. Sambil mikir-mikir duren saya teringat dompet yang minta diisi maka kami menanyakan keberadaan ATM terdekat, karena kalau udah dipulau saya rasa sulit adanya ATM. Sambil menunggu jam shalat jumat, kami jalan jalan kota jepara sambil cari ATM dan kemudian nyari masjid, dan untungnya lebih cepat sampai mesjid yang masih sepi jadi bisa sekalian mandi dan tidak lupa minta izin sama marbot mesjid dan diizinkan!
Shalat jumat pun beres,
langsung aja berangkat ke dermaga dan masih aja terima tawaran tukang becak
yang sama pula, cuek aja jalan dan tiba-tiba gerimis romantis pun menghiasi
jalan kaki kami ke dermaga kartini. Sampai sana langsung kontek mbak-mbak tiket
express bahari yang sudah kami booked seminggu yang lalu dan ketemu lalu
transaksi dan GET IT FOR MY TICKET! Senangnya
padahal kan belum sampai karimun jawa-nya.
Speedboat express
bahari itu difasilitasi AC, TV, dan bonus snack. Gak lama dan gak betahan
berlama-lama duduk didalam kami langsung naik ke atas dek kapal untuk merasakan
bentangan laut ditambah angin kencang beraroma asin. Saya kira perjalanan 3-4
jam taunya hanya 2 jam dan terkejut sudah sampai di dermaga pulau karimun jawa. Yeay!
TOUCHDOWN KARIMUN JAWA!
Langsung saja kami
menghubungi guide dadakan setelah sebelumnya googling, untuk menjemput kami dan
kami langsung menanyakan reccomend home stay yang murah untuk 3 orang dan
rezeki kami dapat homestay yang harganya 75rb jadi per-orang Cuma kena 25rb
saja. Murah bukan? Nama home stay_nya “PRAPATAN” karena ya memang letaknya itu
di prapatan jalan. Lalu kami dikasih tau arah ke homestay dan sampai disana
kami langsung disambut ramah sama pemilik homestay dan menunjukan kamar kami
dan memberi kunci. Tersedia double-bed, kipas angin, meja dan colokan yang
terpenting. Dari Ternyata di homestay
itu ada keluarga yang sama seperti kami, mereka berlima kakak beradik dan mereka
baik sekali menawarkan kami untuk makan bareng dimeja makan, sebenarnya itu
jatah makan mereka karena dapat makan dari paket trip karimun jawa, sedangkan
kami tidak pake paket-paketan tour seperti mereka. Atau dengan menginap disini sudah dapat makan juga. Apapun itu, Mungkin ini sebagian
cipratan rezeki buat kami jadi ketika jam makan kami selalu nebeng makan
bersama mereka juga. Abis mereka baik
banget sih, apa mereka yang gak tega melihat kami mempunyai rupa seperti
tampang-tampang gembel metropolitan. Tapi apapun itu, terimakasih banyak buat
kalian!
TOUCHDOWN KARIMUN JAWA!
![]() |
| Disambut gapura KARIMUN JAWA! |
Malam hari, dasar kami
gak kenal istirahat malah maunya jalan-jalan terus mencari suatu keramaian atau
tempat yang menarik tapi rata-rata semua sepi kecuali di alun-alun yang hanya
ada lapangan bola, kantor instansi pemerintah seperti kecamatan, balai desa, wisma penginapan, pabrik kecil, tempat jual makan kaki lima sangat cocok untuk membaur dengan keramaian sambil menjajakan hidangan laut para nelayan sekitar. Sepertinya kami tertarik untuk
nongkrong ke dermaga yang super sepi memandangi jutaan bintang-bintang yang
baru kali itu saya lihat. Baru tau kalau di sebuah pulau atau ditengah laut itu
bintang-bintang berserakan dilangit. Pecah malam itu ditemani suara ombak,
angin laut dan bintang-bintang dan sedikit obrolan ringan sambil tenggelam
khayalan. Mendadak mellow dibikin suasana! Kalau gak ingat besok pagi mau
explore pulau & snorkeling rasanya pengen aja lama-lama disini dulu, tapi
keadaannya kami harus beristirahat yang cukup dan kembali ke homestay.
| JUMP!JUMP! bersama teman-teman satu homestay. |
Spot pertama, semacam
pulau gosong. Dimana pulau tersebuat ada pas air laut surut, jadi hanya berupa
gundukan pasir yang memiliki luas sekitar 5x8 meter saja dan tenggelam kembali
ketika pasang. Disarankan untuk memakai alas kaki untuk berjalan ke pulau ini
karena banyak bebatuan karang yang kecil dan tajam. Air lautnya juga menjadi 2
warna ketika disini, cantik.
Pindah ke spot kedua,
its time to snorkeling! Berhenti ditengah laut, siapkan peralatan perang dan
langsung BYUR! BYUR! This is first time for me, and now just speechless.
Melihat dasar laut tiada batas tidak ada yang tidak sempurna semuanya nyata
sempurna disini. Wanna try?
![]() |
| spot pertama snorke |
Spot ketiga, pulau
tengah. Jam makan siang pun datang, memaksa perahu kami untuk melipir ke suatu
pulau sehabis snorkeling. Ikan kakak tua yang masih segar siap untuk diolah
untuk dibakar. Sambil menunggu kami berjalan-jalan sebentar sambil hunting
foto.
Jadi dipulau ini Cuma ada dua pasang suami-istri yang menetap disini sambil rumahnya dipakai untuk berjualan makanan juga sebagai penjaga dan perawat pulau, gak kebayang kalau malam hari gimana suasananya disini.
Ternyata
ada kolam penangkaran hiu juga disini, tapi mungkin masih dalam pengembangan
karena jumlah hiu yang masih sedikit dan masih kecil-kecil. Enak juga sekedar
leyeh-leyeh dipulau ini sambil bakar-bakaran ditambah minum kelapa hasil petik
sendiri nambah kenikmatan mungkin ya? Baru pertama saya tahu dan makan ikan
kakak tua, ternyata enak banget dagingnya lembut dan gak bisa dideskripsikan
lagi pokoknya enak 5x lipat! Hehe lebay..
setelah kenyang, perahu mulai menaikkan jangkarnya dan gak jauh dari sini
ada spot buat snorkeling yang letaknya tidak jauh dari pulau X (lupa namanya).
Jadi dipulau ini Cuma ada dua pasang suami-istri yang menetap disini sambil rumahnya dipakai untuk berjualan makanan juga sebagai penjaga dan perawat pulau, gak kebayang kalau malam hari gimana suasananya disini.
![]() |
| pegang roti = diserbu ikan |
Seperti yang gak ada
habisnya, terakhir kami ditawarin untuk ke spot terakhir dekat dengan pulau
karimun jawa yaitu pulau tempat penangkaran hiu, sambil pulang sambil mampir
dahulu. Sekitar kurang lebih 1 jam perjalanan, akhirnya kamipun sampai.
Ternyata banyak sekali jumlah ikan hiu disini dan gede-gede aja hiunya. Kami
ditawarkan untuk terjun ke kolam dan berenang bersama ikan hiu, tapi ya
mikir-mikir lagi dan saling tunjuk-menunjuk untuk turun ke kolam, serem juga
memang awalnya membayangkan ikan ganas ini akibat tontonan film jaws yang
hiunya super gede dan super ganas, jiper! Apalagi katanya gak boleh ada luka
sedangkan saya sebelumnya terkena goresan-goresan karang yang sempat berdarah.
Dan kata orang sana juga kemarin-kemarin ada yang sempat mau digigit kakinya,
malah nakutin dan makin jiper aja! Saya pikir agar lebih total liburan kesini
ya harus dan wajib turun kesini, berenang bersama ikan-ikan hiu untuk pertama
kalinya. Ternyata setelah turun airnya sedikit hangat dan rada merinding di
kerubungi ikan-ikan hiu, depan-belakang-kanan-kiri. Tapi lama kelamaan semakin
terbiasa dan sedikit tenang dan ternyata gak seperti yang dibayangkan dan
hiu-hiu ini memang sudah jinak banget konon katanya gak makan daging alias
vegetarian. Apa iya??!
Waktu maghrib pun tiba,
tenggelamnya matahari mempercantik suasana senja terakhir kami di pulau karimun
jawa ini. Rasanya kami harus bermalam kembali di home stay, sebenarnya kami
merencanakan untuk tidak bermalam di home stay alias ngeggembel, tapi apadaya badan yang sudah lelah dan tergiur
murahnya bermalam di home stay membuat kami berpikir kalau gak ada salahnya
untuk menambah 1 malam lagi di home stay.
Gak butuh waktu lama-lama untuk berlibur kesini dengan 3 hari 2 malam udah lebih dari cukup untuk sekedar refresh pikiran dan bersenang-senang to the maximum. pokoknya puasnya berlipat-lipat sampe tak mau pulang, pasti! segeralah explore karimun jawa dan jangan lupa tetap jaga kelestarian alam dan lautnya.
SALAM TRAVELER..
Gak butuh waktu lama-lama untuk berlibur kesini dengan 3 hari 2 malam udah lebih dari cukup untuk sekedar refresh pikiran dan bersenang-senang to the maximum. pokoknya puasnya berlipat-lipat sampe tak mau pulang, pasti! segeralah explore karimun jawa dan jangan lupa tetap jaga kelestarian alam dan lautnya.
SALAM TRAVELER..







Tidak ada komentar:
Posting Komentar