Ceritanya waktu itu pengennya Nge-pantai, mumpung lagi cerah-cerahnya cuaca, kayaknya enak buat nyebur-nyebur sekalian menghitamkan kulit. (berasa putih)
Sebenarnya sudah nentuin 3 destinasi untuk dipilih, antara lain: Ujung Kulon, Anak Krakatau, dan Pulau Seribu. tapi waktu itu gak disangka ada ajakan tak terduga dan tak biasanya senior dikampus ngajakin travelling bareng. pilihan jatuh pada destinasi ke anak krakatau, karena kalau ke ujung kulon dilihat dari hitung-hitungan budget, transport dilaut dan didarat lebih terjangkauan ke anak krakatau ditambah ada barengan dari salah satu forum backpacker untuk shared cost, kalau ke ujung kulon gak dapat barengan juga buat shared cost. jadi, pilihannya adalah Anak Krakatau.
Sama halnya dengan ujung kulon yang membutuhkan perizinan masuk ke Taman Nasional yang beralasan hanya untuk penelitian/observasi/konservasi yang terbilang ribet dan harus mengeluarkan biaya tambahan untuk simaksi (Surat Izin Memasuki Kawasan Konservasi).
Meeting point pertama, saya dan teman-teman saya di Slipi Jaya. menanti transportasi apa saja pokoknya yang berlabel jurusan "MERAK". dan meeting point kedua bertemu teman-teman forum disana dan berkenalan dengan salah satu panitia. setelah menyelesaikan administrasi dan lain-lain, langsung saja kami menuju kapal ferry dan memilih barak yang nyaman untuk tidur dalam perjalanan 2 jam menyeberangi pulau diperairan selat sunda menuju pelabuhan Bakauheuni, Lampung.
Perjalanan dilanjutkan kembali dari pelabuhan Bakauheuni ke Dermaga Canti, Kalianda, yang mana darisanalah tempat pelabuhan penyeberangan untuk menuju ke Anak Krakatau. sebenarnya pelabuhan penyeberangan untuk menuju anak krakatau bisa melalui Ujung Kulon dan Tanjung Lesung, dikarenakan terlalu jauh untuk menjangkau keduanya, jadilah biasanya orang-orang lebih memilih melalui Dermaga Canti, Kalianda di lampung ini.
Sebelum berangkat menyeberang ke Anak Krakatau, kami menyempatkan sarapan dulu di warung nasi disisi pelabuhan kecil ini yang diparkiri kapal-kapal nelayan yang sibuk menyiapkan kapalnya untuk berlayar.
| dermaga canti |
Pagi itu tidak terlihat cerah, mendungnya langit menyembunyikan matahari bagaikan memudarkan semangat paginya yang biasa disebut cahaya. mendung-mendung bikin ngantuk!
Sebelum ketiduran, kami langsung saja cepat-cepat bergegas menginjakkan kapal yang akan kami tumpangi dan menuju pulau Sebesi Besar, disanalah home stay kami berada. perjalanan memakan waktu sekitar 1 1/12 jam ke Pulau Sebesi. tapi, sebelum ke pulau sebesi, kami diajak mengunjungi pulau sebuku kecil. pulau sebuku kecil yaitu pulau kosong yang tidak luas dan berpasir putih. hunting foto sambil memakai perlengkapan snorkeling lalu kami lanjutkan perjalanan untuk nyebur di perairan Pulau Sebuku Besar.
| pulau sebuku kecil |
| bawah laut pulau sebuku besar |
| bawah laut pulau sebuku besar |
| bawah laut pulau sebuku besar |
Setelah kurang lebih satu jam bermain dengan terumbu karang dan tidak lupa "say goodbye" dangan ikan-ikan yang menghiasi permainan kami didasar sana, kami lanjut ke Pulau Sebesi. Packing, mandi dan makan sianglah yang sangat ditunggu-tunggu untuk mengisi kekosongan perut yang sudah meronta-ronta untuk diisi setelah terkuras oleh semangat bermain didasar laut barusan. ini pulau, suasananya tenang dan sepi pada siang itu, cuma kebisingan ombak yang menderu menggilas pasir pantai, menghantam batu karang diantara dermaga dan kicau burung diantara pohon-pohon kelapa. Damai..~
Menikmati siang yang damai ini, sangat enak dipakai tidur siang sebentar. uhh.. nikmat!
Menjelang sore, dari pagi sampai siang matahari asik mengumpat, akhirnya keluar juga dari persembunyiaanya. kali ini cerah secerah-cerahnya pas banget yang ingin hunting sunset. sebelum hunting sunset, lagi-lagi kami ditawari untuk melakukan snorkeling lagi, tapi disini cuma beberapa dari kami yang nyebur, sisanya ya foto-foto diatas kapal. dari spot snorkeling kami ini, sayang mengobrol-ngobrol dengan awak kapal dan sambil menunjuk ke arah timur gunung induk dan anak krakatau yang bersanding, seketika takjub melihat sang legenda itu dari kejauhan sini dan semakin tidak sabar besok pagi untuk cepat-cepat menaikki anaknya (re: Anak krakatau).
| spot snorkeling pulau sebesi besar |
| spot snorkeling pulau sebesi besar |
| spot snorkeling pulau sebesi besar |
Selain mengobral-obrol seputar gunung krakatau, saya penasaran untuk bertanya kemana sore ini kapal akan melanjutkan perjalanannya. ternyata, awak kapal menjelaskan sesuatu pulau yang bagus untuk hunting sunset, pulau itu dinamai penduduk sekitar pulau Umang-umang.
Benar saja indahnya, apa yang sudah diceritakan. spot yang bagus untuk menyaksikan matahari terbenam dan pantai pasir putihnya yang cantik. kami memutari pulau kecil ini, dan dari beberapa pesisir pantai ini kami menemukan tempat yang lebih bagus menurut saya dibanding spot untuk menyaksikan sunset tadi. paduan pasir putih dan gradasi birunya laut ini membuat decak kagum, ini pantai yang wajib dikunjungi di perairan anak krakatau menurut saya pribadi. Ketjeeehhhh!!
| pantai uman-umang |
| sunset pulau umang-umang |
Malam hari di Pulau sebesi tidak kalah ketjeh-nya, setelah kenyang menyantap ikan bakar. saya sempatkan pergi ketempat yang lebih terbuka menatap luasnya langit yang dihiasi banyaknya jumlah bintang dan bulan. di tengah pulau seperti ini yang jauh dari polusi cahaya seperti ditengah-tengah kota bikin sumringah saja. disini mencoba menyatukan perasaan dengan deburan ombak, angin laut, bulan-bintang dan perahu-perahu nelayan dengan segala aktivitasnya kala malam itu dengan permainan jaringnya dan juga tawa bahagia seorang nelayan dengan pekerjaan rutinnya itu.
obrolan ringan dengan para sahabat seperjalanan juga semakin mencairkan suasana, seperti tidak mau kehilangan malam ini dan ingin terus mengulang kesempatan untuk terus merasai suasana seperti malam ini. dan dengan terpaksa mengistirahatkan raga ini untuk kembali aktivitas esok hari, cukupkan untuk malam itu. Bye Nighty!
Tiba juga waktu subuh, hari terakhir menikmati keindahan-keindahan di perairan krakatau ini. bersiap-siap untuk ke kapal melakukan perjalanan sekitar satu jam untuk sampai ke Anak Krakatau. niatnya sih bisa sampai sana untuk bisa menyaksikan matahari terbit di tanah anak krakatau, tapi cuma bisa menyaksikan sang fajar itu di tengah perjalanan kami, tapi tetap keren sunrise terlihat, dan cahayanya cukup terik dan hangat membangunkan raga-raga yang masih belum terbangunkan setalah tidur semalaman.
| sunrise ditengah-tengah perjalanan menuju anak krakatau |
Sesampainya di Anak Krakatau, matahari semakin terik saja. setelah mengurus perizinan untuk mendaki yang cuma sampai pundak bukan puncak, kami berbondong-bondong mendaki sambil menikmati pemandangan gunung yang berada di pulau ini. kapan lagi bisa menikmati gunung sekaligus laut dalam satu paket seperti ini. batas pengunjung hanya boleh sampai pundaknya saja karena gunung ini masih aktif dan puncaknya masih mengeluarkan gas beracun. menatap sang legenda Krakatau dari seberang sini sambil dalam hati bertanya-tanya, "Mengapa sebegitu dahsyat kau meledak dahulu, sampai sampai memisahkan beberapa gugus kepulauan, memisahkan pulau sumatera dan jawa?". Panasnya terik matahari membuat kami menyerah dan langsung turun kembali ke pos tempat kami lapor dan sebelum meninggalkan anak krakatau kami menyempatkan sarapan dulu untuk asupan energi sebelum snorkeling di lagoon cabe.
| anak krakatau |
| View induk krakatau via. anak krakatau |
Lagoon cabe terletak di bawah kaki gunung Krakatau. spot ini memiliki terumbu karang yang sangat beragam dan spesies ikannya banyak dibandingkan dengan spot-spot snorkeling yang kemarin, perbedaannya cukup jauh soal keindahan bawah lautnya, namun arus lautnya disini yang tidak tenang sehingga disini lebih banyak mengayuh kaki katak berusaha untuk tidak terombang-ambing dari tempat semula. ditambah cuaca yang sangat cerah, penampakan bawah laut semakin terlihat jelas keindahannya. lagoon cabe menjadi tempat terakhir bersenang-senang di bawah laut dan disinilah kami habis-habisan menikmati liburan kami ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar